Pengajian Dalam Rangka Memperingati Tahun Baru Hijriyah 1441

Be-nang;

Nanggulan, Kamis Wage(31/8) di Dusun Gayam, Banyuroto Kec Nanggulan mengadakan pengajian akbar dalam rangka memperingati tahun baru  1441 H yang di selenggarakan oleh DPC NU Nanggulan.
Turut hadir Forkopimcam Nanggulan, perangkat Desa Banyuroto serta masyarakat sekitar. Tausiyah di sampaikan KH. Usman Ali dari Magelang.

Camat Nanggulan Drs Duana Heru S. MM dalam sambutanya berpesan kepada masyarakat, agar di tahun 1441 H ini harus ada peningkatan, Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin sungguh menjadi hamba yang beruntung, apa bila sama hari kemarin, maka termasuk hamba yang merugi, dan apabiala lebih buruk dari hari kemarin, maka sungguh akan di laknat. Camat Nanggulan memberikan contoh tentang yang di sebut peningkatan, misalnya, saat ini sholatnya bolong-bolong maka harus bisa tertib 5 waktu, sesudah itu, jika masih belum tepat waktu, maka harus ditingkatkan tepat waktu. Paling penting harus ada peningkatan walau hanya hal yang kecil.

Masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa masih kental dengan tradisi turun temurun yang sampai saat ini masih di laksanakan dan di yakini oleh masyarakat Jawa, diantaranya mengenai bulan Muharam, masyarakat jawa biasa menyebut "Suro", menurut beberapa kalangan masyarakat jawa diyakini sebagai bulan "wingit" bulan yang mana masyarakat kita tidak berani melakukan kegiatan seperti, pernikahan, mendirikan bangunan atau hal lain yg sifatnya bertentangan dengan keyakinan orang jawa kuno yg di maknai "sasi wingit". Menurut ajaran Isalam yg di sampaikan KH Usman ali, sebetulnya Bulan suro adalah bulan berkah, karena dalam satu tahun ada 4 bulan yang dianggap istimewa diantara salah satunya Bulan Muharam, bulan yang penuh berkah dan Alloh mengabulkan segala Do'a hambanya. Maka dari itu, antara tanggal 1 sampai tg 10 umat muslim dianjurkan untuk berpuasa sunnah. KH Usam Ali juga memberikan tips tentang terkabulnya do,a ,yaitu 1) di sepertiga malam 2) dalam waktu berpuasa, baik sunnah maupun wajib. 3) berdo'a dalam keadaan berwudlu, dan juga ada 3 tempat yang berpotensi terkabulnya do'a kita yaitu karena tempat, orangnya, serta waktu.

Taklupa masyarakat juga sangat berharap, di wilayah Nanggulan sering diadakannya pengajian akbar minimal setahun 3 kali, agar kita selalu terjaga dalam keimanan kita, terutama untuk memberi bekal kaum muda-mudi yang saat ini sudah banyak tradisi barat yang masuk di kehidupan anak muda yaman sekarang.