Penyerahan Bantuan "Komposter" Diharapkan Menjadi Inofasi Yang Berkelanjutan

Be-nang;

Sampah adalah persoalan klasik yang terjadi di beberapa tempat. Di Kapanewon Nanggulan juga terdapat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang pada saat-saat tertentu menimbulkan masalah seperti bau yang mengganggu masyarakat sekitar dan lindi yang merusak kehidupan tanaman sekitar.

Untuk meminimalisasi suplai sampah ke TPA, salah satunya adalah dengan memilah sampah sebagaimana diperintahkan oleh Bupati Kulon Progo melalui Surat Edaran nomor: 660/2707, tanggal 16 September 2020 tentang World Clean up Day Indonesia Melalui Aksi Pilah Sampah Dari Rumah. Selanjutnya sampah yang organik dapat diolah menjadi pupuk guna mensuplai kebutuhan pupuk tanaman di pekarangan maupun lahan pertanian. Hal ini sejalan dengan isu pertanian organic.

Guna mengimplementasi surat edaran tersebut, Panewu Nanggulan Ir. St. Haryoto, MMA menindaklanjuti dengan membuat inovasi kampung komposter. Padukuhan Bejaten Kalurahan Jatisarono sudah terkenal dengan padi organiknya dengan merk JOSS (Jatisarono Organik Sehat Sejahtera). Guna mendukung konsep “organiik” tersebut, Bejaten ditunjuk sebagai Kampung Organik dan dimotivasi dengan diberikan alat komposter sejumlah 10 unit. Adapun sumber biaya pengadaan alat komposter adalah dana CSR Bank BPD DIY dan Bantuan Langsung  Masyarakat BKAD Nanggulan Sejahtera.

Penyerahan alat komposter dilaksanaskan pada acara apel pagi PNS Kapanewon Nanggulan. Hadir pada acara tersebut Kepala BPD DIY Cabang Wates yang diwakili oleh Kepala Cabang Pembantu Nanggulan Saifudin Ansori, Ketua BKAD Nanggulan Sejahtera Surat, Ketua KWT Amrih Rahayu Bejaten Yayuk Sri Purwati, Lurah Jatisarono yang diwakili Carik Cahya Ahmadi, Koordinator BPP dan perwakilan isntansi tingkat kapanewon dengan tetap mengetatkan pelaksanaan protocol Kesehatan.