Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Waspada Leptospirosis

Admin Web OPD
Berita
11 Juli 2022 00:00:00

Image Berita


Be-Nang : (11-07-2022).  Waspada Leptospirosis dan Tujuh Penyakit Potensial KLB Satu orang warga Kapanewon Nanggulan dinyatakan terkena leptospirosis, untuk itu bagi warga masyarakat yang biasa beraktivitas di persawahan dengan luka terbuka diminta untuk waspada terhadap potensi terinveksi penyakit tersebut. Demikian informasi yang disampaikan Kepala Puskesmas Nanggulan drg. Wira Utami Pratiwi dalam rapat koordinasi tingkat Kapanewon Nanggulan bulan Juli 2022.

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi. Beberapa hewan yang bisa menjadi perantara penyebaran leptospirosis adalah tikus, sapi, anjing, dan babi. Leptospirosis menyebar melalui air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri Leptospira. Seseorang dapat terserang leptospirosis, jika terkena urine hewan tersebut, atau kontak dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi.

Selain penuakit tersebut, tujuh jenis penyakit menular juga perlu diwaspadai karena bisa berpotensi menjadi Kondisi Luar Biasa (KLB). Ketujuh penyakit tersebut adalah: 

  1. Konjungtivitis adalah mata merah akibat peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam (konjungtiva mata). Selain mata merah, konjungtivitis dapat disertai rasa gatal pada mata dan mata berair. Kita sering menyebut penyakit tersebut “bele’en”
  2. Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Penyakit ini ditandai dengan gejala berupa ruam kemerahan berisi cairan yang terasa sangat gatal di seluruh tubuh
  3. Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang terjadi di daerah tropis dan subtropis di dunia. Untuk demam berdarah ringan, maka ia akan menyebabkan demam tinggi dan gejala seperti flu. Sementara untuk demam berdarah yang parah, ia bisa menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok) dan bahkan kematian.
  4. Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) adalah penyakit yang mudah menular dan sering menyerang anak-anak usia 5–10 tahun. Walaupun lebih sering menyerang anak-anak, flu Singapura juga bisa menyerang orang dewasa.
  5. Scabies atau yang lebih akrab disapa dengan kudis merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh masuknya tungau kecil ke dalam lapisan kulit luar. Tungau ini bernama Sarcoptes scabiei, mempunyai ukuran yang sangat kecil dan dapat bersarang pada lapisan kulit manusia ini akan menggali terowongan dan bertelur di dalam kulit, sehingga pengidap kudis akan merasakan gatal pada kulitnya.
  6. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang terjadi di saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala batuk, pilek, dan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.
  7. Hepatitis B adalah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual atau berbagi jarum suntik. Infeksi hepatitis B umumnya tidak bertahan lama dalam tubuh penderita dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa diobati. Kondisi ini disebut infeksi hepatitis akut atau hepatitis B akut. Namun, infeksi hepatitis B juga bisa menetap dan bertahan dalam tubuh seseorang atau menjadi kronis.

Untuk mengantisipasi potensi penularan penyakit tersebut, Panewu Nanggulan Ir. St. Haryoto, MMA berpesan kepada masyarakat untuk selalu ber-PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) dan melaksanakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).

Source: sekretariat

WhatsApp Chat